29 Oktober 2022 - 17:44:44 WIB | Dibaca: 3754x
Binjai (SIOGE) - Pasca terjadinya sekelompok diduga Preman yang datang melakukan pengancaman, intimidasi teror dan merusak tanaman, serta pembakaran rumah masyarakat, ratusan Kelompok Tani yang berasal dari Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut) mendatangi Mapolres Binjai Polda Sumut, untuk membuat Laporan Polisi (LP), atas apa yang telah terjadi kepada Kelompok Tani tersebut yang dilakukan oleh sejumlah diduga preman, Jumat (28/10/2022).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para Petani tersebut mendatangi Polres Binjai, dari Maghrib, hingga sampai malam hari, para Kelompok Petani masih tetap bertahan di Polres Binjai, untuk membuat laporan dan memohon perlindungan hukum, atas peristiwa yang baru saja mereka alami.
Salah seorang dari Kelompok Petani bernama Johan Merdeka saat ditemui mengatakan, sebelumnya masyarakat Kelompok Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Mekar Jaya, dibawah naungan Forum Rakyat Bersatu Sumatera Utara, sudah berulangkali membuat Laporan Polisi. Namun tidak kunjung mendapat respon dari Polres Binjai" ucap Johan Merdeka.
Johan Merdeka. Lebih lanjut mengatakan, "kedatangan kami ke Polres Binjai, untuk membuat laporan atas pengancaman, intimidasi teror, perusakan tanaman, pembakaran rumah, yang dilakukan oleh sejumlah yang diduga Preman," ucap Johan.
Ditambahkannya, kami berharap ada perlindungan hukum dari Polres Binjai, agar Daerah kami tetap aman dan tetap kondusif" pungkas Johan Merdeka. (TS)